Skip to content

makalah muatan lokal (MULOK) – kepulauan anambas

Januari 21, 2012

makalah MUATAN LOKAL

Heru patma ari bowo

X.II

SMA N 2 KARIMUN

KEPULAUAN ANAMBAS

 

PEMBIMBING ;

 

MULYANI HARI YANINGSIH

 

 

 

 

 

Kata pengantar

 

  Degan rahmad Allah. Yang maha kuasa kita dapat berdiri, bernafas, serta menghirup udara segar. Sudah sepatutnya kita mensyukuri segala nikmat-Nya tersebut dengan menjalankan segala perintahnya dan menjauhi segala larangannya.

 

  Kemudian dari pada itu, dengan datangnya makalah ini kita dituntun untuk dapat mempelajari sehingga dapat mengetahui apa saja informasi yang terdapat di dalam makalah ini.

 

  Dengan mempelajari tentang kota anambas, kita dapat asal usul kota anmbas  ini sehigga kita lebih memahami sejarah yang terjadi.

 

  Akhir kata, penyusun berharap dengan ini dapat menambah kreatifitas kita sebagai pelajar khususnya dalam bidang pengetahuan umum, khususnya tentang kepulauan anambas. Sekian terima kasih………

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tanjung Balai Karimun, 10 febuari 2010

 

 

 

 

                                                                                                           Penyusun

Heru Patma Ari Bowo

 

Daftar isi

 

Judul…………………………………………………………………………1

Pendahuluan………………………………………………………………..2

Daftar isi…………………………………………………………………….3

Kata pengantar…………………………………………………………….4

 

BAB. 1

Sejarah kota anambas………………………………………………………5

Struktur organisasi…………………………………………………………7

 

BAB. 2

Sektor perekonomian………………………………………………………….8

Sektor perindustrian……………………………………………………….9

 

 

BAB. 3

Letak geografis…………………………………………………………….10

Keadaan alam……………………………………………………………..11

Sumber daya alam………………………………………………………..12

 

PENUTUP

Kesimpulan………………………………………………………………..13

Saran……………………………………………………………………….14

 

LAMPIRAN

Peta…………………………………………………………………………15

Lambang dan arti lambang………………………………………………16

PENDAHULUAN

    mengingat kita  sebagai pelajar sebaiknya mempelejari tentang kepulauan anambas, karena kita di kota anambas bayak sekali hal-hal yang harus dan perlu kita kuak.

Kepulauan Anambas jika dilihat dari posisinya di Nusantara, termasuk ke dalam kategori remotely areas. Jika kita perhatikan posisi Anambas di Asia Tenggara, merupakan wilayah yang sangat strategis, karena terletak di jalur laut yang teramai di dunia. Apalagi jika dilihat posisi Anambas yang tidak terlalu jauh dari pelabuhan tersibuk di dunia, Singapore, membuat posisi dan potensi Anambas sangat diperhitungkan.

BAB.1

A, Sejarah kota anambas

Sejarah pemerintahan Kabupaten Kepulauan Anambas tidak terlepas dari sejarah Kabupaten Kepulauan Riau (sekarang Kabupaten Bintan), yang hingga saat ini Kabupaten Kepulauan Riau telah dimekarkan menjadi 6 Kabupaten yaitu : Kabupaten Bintan, Kabupaten Karimun, Kabupaten Natuna, Kota Tanjung Pinang, Kabupaten Lingga, dan Kabupaten Kepulauan Anambas.

Kabupaten Kepulauan Anambas atau gugusan kepulauan Anambas sendiri pada masa pemerintahan kolonial belanda pernah menjadi pusat kewedanaan yakni berpusat di Tarempa. Ketika itu, Tarempa adalah pusat pemerintahan di pulau tujuh termasuk wilayah Kabupaten Kepulauan Anambas yang disebut district dan Jemaja wilayahnya disebut Onderdistrict dengan ibukota Letung.

Berdasarkan Surat Keputusan Delegasi Republik Indonesia tanggal 18 Mei 1956, Provinsi Sumatera Tengah menggabungkan diri ke dalam Wilayah Republik Indonesia, dan Kepulauan Riau diberi status Daerah Otonomi Tingkat II yang dikepalai Bupati sebagai kepala daerah yang membawahi 4 kewedanaan sebagai berikut:

  • Kewedanaan Tanjungpinang, meliputi Bintan Selatan (termasuk Bintan Timur, Galang, Tanjungpinang Barat dan Tanjungpinang Timur).
  • Kewedanaan Karimun, meliputi wilayahKecamatan Karimun, Kundur dan Moro.
  • Kewedanaan Lingga, meliputi Lingga, Singkep dan Senayang.
  • Kewedanaan Pulau Tujuh, meliputi Siantan, Jemaja, Midai, Serasan, Tambelan, Bungguran Barat dan Bungguran Timur.

Berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Riau tanggal 9 Agustus 1964 No. UP / 247 / 5/ 1965, terhitung 1 Januari 1966 semua daerah administratif kewedanaan dalam Kabupaten Kepulauan Riau dihapus.

Berdasarkan Undang-Undang No. 53. Tahun 1999 tentang Pembentukan Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Rokan Hulu, Kabupaten Rokan Hilir, Kabupaten Siak, Kabupaten Karimun, Kabupaten Natuna, Kabupaten Kuantan Singingi dan Kota Batam. Kabupaten Natuna terdiri atas 6 Kecamatan yaitu Kecamatan Bungguran Timur, Bungguran Barat, Jemaja, Siantan, Midai dan Serasan dan satu Kecamatan Pembantu Tebang Ladan.

Seiring dengan kewenangan otonomi daerah, Kabupaten Natuna kemudian melakukan pemekaran daerah kecamatan, yang hingga tahun 2008 menjadi 17 kecamatan dengan penambahan, Kecamatan Palmatak, Subi, Bungguran Utara, Pulau Laut, Pulau Tiga, Bunguran Timur Laut, Bunguran Tengah, Siantan Timur, Siantan Selatan, Jemaja Timur dan Siantan Tengah.

Seiring dengan pemekaran kecamatan yang bertujuan untuk memperpendek rentang kendali, muncul aspirasi untuk menjadikan Gugusan Kepulauan Anambas sebagai daerah otonom tersendiri. Melalui perjuangan yang cukup panjang baik di Pusat maupun di daerah, Kabupaten Kepulauan Anambas akhirnya terbentuk melalui Undang-Undang No. 33 Tahun 2008 tanggal 24 Juli 2008. Kabupaten Kepulauan Anambas terdiri dari 6 Kecamatan yaitu Kecamatan Siantan, Kecamatan Siantan Timur, Kecamatan Siantan Selatan, Kecamatan Palmatak, Kecamatan Jemaja dan Kecamatan Jemaja Timur. Ditambah dengan 1 Kecamatan yaitu Kecamatan Siantan Tengah yang dibentuk berdasarkan Keputusan Bupati Kabupaten Natuna Nomor 17 Tahun 2008 dengan cakupan wilayah administrasi Desa Air Asuk, Desa Air Sena dan Desa Teluk Siantan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

B. strukur organisasi

 

Sekretaris Daerah membawahi dua asisten, yaitu:

  1. Asisten I Bidang Pemerintahan, Kesejahteraan Rakyat dan Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas.
  2. Asisten II Asisten Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas.
    Kedua asisten tersebut membawahi lima biro, yaitu:
  1. Biro Tata Pemerintahan;
  2. Biro Hukum;
  3. Biro Kerjasama;
  4. Biro Umum;
  5. Biro Organisasi;
  6. Biro Kepegawaian.
  1. Sekretariat DPRD
  2. 2 (dua) Badan, yaitu :
    1. Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian Pengembangan dan Penanaman Modal Daerah.
    2. Badan Pemberdayaan Masyarakat, Pemberdayaan Perempuan, Keluarga Berencana dan Pemerintahan Desa.
  3. 8 (delapan) Dinas Daerah, yaitu :
    1. Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga
    2. Dinas Pekerjaan Umum, Pertambangan dan Energi
    3. Dinas Kelautan, Perikanan, Pertanian dan Kehutanan
    4. Dinas Kesehatan dan Sosial
    5. Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM
    6. Dinas Perhubungan, Pariwisata, Komunikasi dan Informatika
    7. Dinas Kependudukan, Catatan Sipil dan Tenaga Kerja
    8. Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah
  4. 3 (tiga) Kantor, yaitu :
    1. Kantor Lingkungan Hidup
    2. Kantor Kesbang, Politik dan Linmas
    3. Kantor Satuan Polisi Pamong Praja.
  5. 1 Inspektorat.

 

 

 

 

 

BAB. 2

A. sektor perekonomian

 

Struktur perekonomian kabupaten kepulauan anambas bertumpu pada peran sektor unggulan yaitu kelautan dan perikanan serta wisata bahari karena:

1. Sektor Kelautan memiliki potensi yang sangat besar, terutama didalamnya terdapat cadangan kandungan minyak dan gas bumi yang masih berpeluang untuk dieksploitasi produksinya. Hal ini memberikan sumbangan yang besar terhadap pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

2. Sektor Perikanan memiliki potensi yang sangat besar, terutama untuk pengembangan Perikanan Tangkap dan Budidaya Perikanan, karena luas laut yang dimiliki sebesar 46.031,81 KM2 (98,65%) dan garis pantai sepanjang 1.128,57 KM2, hal ini telah memberikan peranan yang sangat penting terhadap perekonomian masyarakat. Disamping itu keunggulan sektor ini akan dapat pulih kembali (Renewable Resource).

3. Sektor Wisata Bahari didukung oleh 238 pulau yang berada di 7 (tujuh) kecamatan dalam wilayah Kabupaten Kepulauan Anambas, memiliki objek wisata Panorama yang indah, seperti pantai, pegunungan, air terjun dan terumbu karang. Hal ini telah memberikan dampak yang positif terhadap perekonomian masyarakat dengan adanya kunjungan wisata baik lokal maupun Manca Negara.

B. Sektor perindustrian

Sektor Industri juga memberikan kontribusi yang bagi PDRB Kabupaten Kepulauan Anambas. Jenis industri yang banyak dikembangkan di Kabupaten Kepulauan Anambas antara lain industri makanan dan alat angkut. Hampir di seluruh desa di Kabupaten Kepulauan Anambas telah tumbuh dan berkembang pengrajin kapal dan pengrajin kerupuk ikan.

Jumlah Home Industri, Industri Kecil dan Perdagangan di Kabupaten Kepulauan Anambas menurut Kecamatan Tahun 2008

Sumber : Dinas Peridustrian dan Perdagangan, UKM dan Koperasi Kabupaten Kepulauan Anambas, 2009.

 VCO dan Arang Aktif
Kondisi Eksisting Potensi Industri
Kerupuk Ikan

BAB. 3

A. Letak geografis

Kabupaten Kepulauan Anambas terletak antara 2º10’0”- 3º40’0”LU s/d 105º15’0”-106º45’0” BT (Sumber: UU No 33 Tahun 2008). Sebagai wilayah kepulauan, Kabupaten Kepulauan Anambas memiliki karakteristik yang berbeda dengan wilayah lainnya, hal ini dikarenakan sebagian besar wilayahnya terdiri dari lautan dan pulau-pulau yang tersebar di Perairan Laut Natuna dan Laut Cina Selatan.

wilayah adminstrasi Kabupaten Kepulauan Anambas menurut UU No 33 Tahun 2008 yang memuat pulau-pulau besar dan kecil serta pulau terluar dengan batas wilayah adalah :

  • Sebelah Utara : Laut Cina Selatan
  • Sebelah Selatan : Kepulauan Tembelan
  • Sebelah Barat : Laut Cina Selatan
  • Sebelah Timur : Laut Natuna

Dari hasil verifikasi penamaan pulau yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Pemerintahan Umum Departemen Dalam Negeri, Kabupaten Kepulauan Anambas mempunyai 238 buah pulau, termasuk di dalamnya 5 pulau terluar yang berbatasan langsung dengan negara tetangga. Pulau-Pulau tersebut satu dengan yang lainnya dihubungkan oleh perairan. Pulau besar diantaranya yaitu Pulau Siantan, Pulau Matak, Pulau Mubur, Pulau Jemaja. Secara khusus beberapa pulau besar dan gugusan pulau ditetapkan sebagai penunjang kebijakan khusus baik Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah, diantaranya adalah :

  • Gugusan Pulau Anambas sebagai kegiatan pengembangan mega proyek gas alam cair.
  • Gugusan Pulau Anambas sebagai kegiatan pengembangan potensi kelautan.

 B. Keadaan alam
Keadaan alam Kabupaten Kepulauan Anambas, berdasarkan satuan fisiografis terdiri atas (Sumber : Natuna Dalam Angka, 2006 dan 2007) :

  1. Penggunungan Lintang dengan Ketinggian 610 m.
  2. Penggunungan Datuk dengan Ketinggian 510 m.
  3. Penggunungan Tukung dengan Ketinggian 477 m.
  4. Penggunungan Selasih dengan Ketinggian 387 m.

Secara topografi wilayah daratan setiap Kecamatan di Kabupaten Kepulauan Anambas sebagian besar berbukit dan pergunungan yang terjal yang disusun oleh batuan metamorf. Umumnya batua-batuan yang tersingkap merupakan batuan metamorf yang berunsur partier, batuan lainnya antara lain adalah batuan sedimen, endapan alluvial, trias, permokarbon, sekis, granit, diorerm, hiporit dan erufsi kwarter. Ketinggian Wilayah cukup bervariasi yakni berkisar 3-610 meter dari permukaan laut (Sumber : Natuna dalam Angka, 2007). Sedangkan struktur tanah yang terdapat di wilayah Kabupaten Kepulauan Anambas merupakan tanah mineral, umumnya terdiri dari jenis tanah podsolik, latosol dan alluvial. Tanah tersebut terbentuk dari bahan induk metamorf, batuan beku basa, batuan sediman dan endapan pantai, rawa, sungai (bahan organik) (Sumber : RTRW Kab Natuna, 2007).

C. Sumber Daya Alam

Potensi sumberdaya kelautan dan perikanan, antara lain :

  1. Sumberdaya hayati (renewable resources), meliputi berbagai hasil perikanan laut, ekosistem mangrove, terumbu karang dan rumput laut (berpotensi untuk dilakukan pengembangan) serta beragam jenis biota laut lainnya;
  2. Sumberdaya non hayati (unrenewable resources), antara lain minyak bumi, gas alam, pasir laut, dan bahan tambang mineral;
  3. Jasa – jasa lingkungan (environmental services) seperti media transportasi dan komunikasi, serta energi laut.

Khusus untuk pembesaran ikan pada umumnya didominasi oleh gugusan pulau Siantan. Pada dasarnya jenis ikan yang dibesarkan adalah jenis Napoleon, Kerapuk, Ketepas dan Sonok. Sedangkan jenis ikan yang ditangkap nelayan adalah Tongkol, Tenggiri, Kerisi, Selar, Kerapu Manyu, Teri, Bilis, Pari, Kure, Belanak, Gembung, Gurita, dan Sotong.

Sektor perikanan dan kelautan di Kabupaten Kepulauan Anambas masih menggunakan teknologi penangkapan ikan secara tradisional. Berdasarkan data Natuna dalam angka tahun 2007, jumlah armada kapal perahu yang ada di Kabupaten Kepulauan Anambas sejumlah 2847 Unit, selain itu jenis alat yang digunakan lebih didominasi oleh pancing Terapung

BAB. 5

Penutup

A. Kesimpulan

    Dari data yang disajikan dapat di yakinkan bahwa kab. Anambas merupakan daerah yang memiliki banyak sumber daya alam yang melimpah.

B. Saran

     Meskipun  kab. Anambas memiliki banyak potensi, tetapi masih banyak sumber daya alam tersebut yang tidak diolah sebagai mana mestinya. Oleh karena itu perlu diadakannys observasi demi kesejahteraan rakyat.

BAB. 6

Lampiran

A.Peta

B. Lambang dan arti lambing

From → Uncategorized

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: